SAK ETAP dan Penerapannya dalam Skema Pensiun

Selain PSAK, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah standar yang bisa perusahaan gunakan untuk mengatur segala hal berkaitan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian, hingga pelaporan informasi dana pensiun. Meski demikian, ada perbedaan khusus di antara kedua standar ini dalam kaitannya dengan skema pensiun.

Seperti apa SAK ETAP dan penerapannya dalam sebuah skema pensiun? Lalu, apa perbedaan SAK ETAP dengan PSAK? Anda bisa baca pelajari lebih lanjut di artikel berikut.

Apa Itu SAK ETAP?

SAK ETAP adalah standar akuntansi yang digunakan oleh entitas (perusahaan/organisasi/lembaga lain) yang tidak memiliki akuntabilitas publik. Selain itu, mereka juga tidak memiliki kewajiban untuk menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum pengguna eksternal (pemilik yang tidak langsung terlibat dalam manajerial usaha, lebaga pemeringkat kredit, serta kreditur).

Sama seperti PSAK, SAK ETAP merupakan standar akuntansi terbitan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang menjadi pedoman dalam pelaporan keuangan suatu entitas. Meski demikian, SAK ETAP memiliki karakteristik pembeda dari PSAK. Beberapa poin yang membedakan adalah sebagai berikut:

  • Cakupan entitas

SAK ETAP hanya bisa digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. PSAK dapat digunakan oleh semua entitas.

  • Kompleksitas standar akuntansi

SAK ETAP merupakan standar akuntansi yang disederhanakan sehingga lebih mudah dipahami dan diaplikasikan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik. Berlawanan dengan ini, PSAK lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman mendetail sebelum menerapkannya.

  • Asumsi aktuaria

Asumsi aktuaria adalah kumpulan estimasi terkait berbagai perubahan di masa yang akan datang. Asumsi ini digunakan untuk menghitung nilai kini (net present value) dari suatu pembayaran yang perlu dilakukan di masa depan.

Dalam SAK ETAP, asumsi aktuaria yang digunakan lebih sederhana dibandingkan dengan yang digunakan di PSAK. 

  • Pengungkapan

Persyaratan pengungkapan informasi di SAK ETAP lebih sederhana dibandingkan persyaratan yang diperlukan di PSAK. Pasalnya, SAK ETAP dirancang untuk entitas tanpa akuntabilitas publik yang tidak memerlukan informasi rinci untuk diberikan kepada pengguna laporan keuangan.

 

Apa Itu Skema Pensiun? 

Skema pensiun adalah suatu program yang didesain khusus oleh suatu entitas untuk memberikan manfaat pensiun untuk pegawainya. Dalam penerapannya, ada banyak ragam manfaat skema pensiun yang diberikan. Misalnya, dalam bentuk uang pensiun, tunjangan kesehatan, dsb.

Di Indonesia, skema pensiun biasanya dijumpai dalam dua jenis, yaitu:

  1. Defined benefit plan. Skema pensiun ini memberikan manfaat pensiun yang tetap terlepas dari total dana yang dikumpulan. Pada skema ini, pemberi kerja wajib memberikan manfaat pensiun sebagaimana yang sudah dijanjikan kepada peserta.
  2. Defined contribution plan. Jenis skema pensiun ini memberikan manfaat pensiun yang bervariasi tergantung jumlah dana yang berhasil dikumpulkan. Pada skema ini, peserta memiliki tanggung jawab dalam mengumpulkan dana pensiunnya. Terkadang, pemberi kerja  juga ikut berkontribusi dalam pengumpulan dana pensiun tersebut.

 

Bagaimana Integrasi SAK ETAP dalam Penentuan Skema Pensiun?

SAK ETAP bisa Anda gunakan sebagai dasar penentuan skema pensiun. Pasalnya, SAK ETAP memiliki berbagai aturan yang berkaitan dengan akuntansi dana pensiun. Sebut saja seperti perhitungan manfaat pensiun, perhitungan biaya pensiun, serta pengelolaan dana pensiun.

SAK ETAP yang diterapkan dalam defined benefit plan dan defined contribution plan berbeda. Dalam SAK ETAP defined benefit plan diatur bahwa:

  • Entitas berkewajiban untuk menyediakan dana sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
  • Risiko aktuarial (imbalan yang harus dibayar lebih besar dibanding dengan yang diperkirakan) menjadi tanggung jawab entitas sepenuhnya. Jika risiko aktuarial bertambah, kewajiban bayar entitas akan meningkat.
  • Risiko investasi menjadi tanggung jawab entitas karena pengelolaan dana dilakukan secara mandiri.
  • Nilai dari kewajiban imbalan pasti harus diukur pada nilai yang terdiskonto. Ini artinya, entitas perlu menentukan tingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto pembayaran di masa mendatang berdasarkan referensi suku bunga pada tanggal pelaporan.
  • Untuk mengukur kewajiban imbalan pasti, entitas bisa menggunakan metode projected unit credit atau versi penyederhanaannya (dalam kondisi tertentu).

Di sisi lain, beberapa komponen yang dijelaskan dalam SAK ETAP untuk defined contribution plan adalah sebagai berikut:

  • Defined contribution plan adalah program imbalan pasca kerja ketika entitas membayar iuran tetap kepada lembaga pengelola dana yang terpisah dari entitas.
  • Entitas tidak memiliki kewajiban hukum untuk membayar kepada pekerja jika dana yang dibayarkan tidak mencukupi.
  • Jumlah imbalan yang akan diterima pekerja adalah berdasarkan jumlah iuran yang sudah dibayarkan ditambah hasil investasi dari iuran tersebut.
  • Iuran pasti ini dicatatkan sebagai kewajiban/beban.

 

Manfaat Penerapan SAK ETAP dalam Penentuan Skema Pensiun

Adanya penerapan SAK ETAP sebagai standar akuntansi keuangan memberikan banyak manfaat bagi entitas yang menerapkannya. Beberapa manfaat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan akurasi dan relevansi pencatatan keuangan

SAK ETAP berperan sebagai pedoman bagi entitas-entitas bisnis dalam melakukan pencatatan keuangannya. Oleh karena itu, laporan keuangan yang dibuat bisa menjadi lebih akurat dan bisa memberikan informasi yang relevan terkait kinerja perusahaan.

  • Meningkatkan efisiensi

Dengan adanya SAK ETAP, entitas bisa mengelola dana pensiun yang dikumpulkan dengan lebih efisien. Dalam artian, SAK ETAP memberikan pedoman yang jelas berkaitan dengan cara penghitungan manfaat pensiun, biaya yang perlu dibayar, bagaimana pengelolaannya, serta bagaimana pelaporannya.

  • Meningkatkaan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku

Mengingat SAK ETAP adalah aturan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, menerapkan SAK ETAP bisa membantu perusahaan untuk patuh terhadap aturan yang berlaku.

 

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu SAK ETAP dan bagaimana penerapannya dalam skema pensiun. Sebagai simpulan, SAK ETAP adalah sebuah standar akuntansi yang bisa membantu entitas untuk menghitung manfaat dan biaya pensiun serta memberikan pedoman mengenai pelaporan keuangan terkait skema pensiun.

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *