Peran Konsultan Aktuaria dalam Transformasi Digital Pensiun

Transformasi digital telah memasuki berbagai sektor industri, termasuk pengelolaan dana pensiun. PT TASPEN contohnya, telah merilis TASPEN Customer Digital Services pada 2023 lalu. Aplikasi terintegrasi ini mengakomodasi semua kebutuhan peserta pensiun sekaligus membuat layanannya menjadi lebih mudah diakses kapan saja.

Di tengah digitalisasi ini, Konsultan Aktuaria memegang peran krusial dalam membantu entitas pensiun untuk menyesuaikan diri dengan lanskap digital dan mendesain program dana pensiun yang tepat.

Mengenal Aktuaria

Aktuaria adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari matematika, probabilitas, statistik, dan keuangan. Sementara orang yang menjadi ahli aktuaria disebut Aktuaris. Tanggung jawab Aktuaris yang utama adalah mengaplikasikan keahlian matematika dan statistik untuk memahami, menilai, dan mengelola risiko perbankan suatu perusahaan atau individu.

Sementara itu, Konsultan Aktuaria merupakan suatu badan hukum yang memberi jasa konsultasi aktuaria independen, layaknya penasihat, kepada berbagai klien seperti lembaga keuangan, perusahaan, atau entitas lain dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan maupun pemerintah.

Tantangan dalam Pengelolaan Dana Pensiun

Transformasi digital membawa perubahan besar dalam aspek ekonomi, melibatkan penggunaan teknologi canggih mulai dari internet of things (IoT), big data, komputasi awan, blockchain, hingga kecerdasan buatan (AI).

Hal tersebut menciptakan banyak peluang baru. Misalnya, pengembangan platform yang memungkinkan seseorang mengakses layanan dengan fleksibel. Selain itu, perusahaan juga bisa memanfaatkan teknologi digital dalam pengumpulan dan analisis data yang lebih cepat, mudah, dan akurat.

Namun, peralihan dari sistem konvensional ke digital ini juga menghadirkan tantangan baru. Misalnya:

  1. Isu keamanan data

Dana pensiun menyimpan data sensitif peserta. Bila tidak ada implementasi kebijakan keamanan yang ketat, penggunaan teknologi digital bisa berbalik menyerang keamanan data.

  1. Teknologi dan sumber daya manusia

Dalam ruang lingkup dana pensiun dan pengelolaannya, tren teknologi yang dinamis perlu didukung sumber daya manusia yang andal, yang paham secara mendalam tentang solusi fintech, analisis data, dan teknologi keamanan.

  1. Pengambilan keputusan berbasis data

Dengan banyaknya data yang dihasilkan oleh solusi digital, pengelola dana pensiun dihadapkan pada tantangan untuk mengelola dan menganalisis data dengan efektif guna mendukung pengambilan keputusan yang akurat.

  1. Biaya implementasi dan perawatannya

Penyesuaian terhadap digitalisasi tentu memerlukan investasi awal yang signifikan. Lebih lanjut, biaya perawatan dan pemeliharaan sistem digital juga perlu diperhitungkan secara cermat.

  1. Diversifikasi investasi digital

Ini adalah tantangan pengelolaan portofolio investasi digital, termasuk risiko yang terkait dengan aset kripto dan investasi teknologi, yang dapat memberi hasil tinggi tetapi juga memiliki volatilitas yang tinggi.

Inovasi Penghitungan Dana Pensiun

Salah satu inovasi utama penghitungan PSAK 24 Imbalan Pasca Kerja adalah penerapan analisis prediktif menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis data historis dan faktor-faktor yang mempengaruhi dana pensiun.

Melalui Konsultan Aktuaria KKA Arya Bagiastra, otomasi perhitungan PSAK 24 Anda bahkan bisa rampung dalam sehari saja! Teknologinya canggih kekinian, sangat user-friendly, juga menerapkan tingkat keamanan tinggi. Cukup beberapa klik, hasil akurat akan langsung Anda dapatkan dan bisa diandalkan untuk membantu mengambil keputusan yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

Secara keseluruhan, inovasi teknologi dalam penghitungan dana pensiun bukan hanya tentang meningkatkan akurasi perhitungan, tetapi juga membuka peluang baru untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan adaptabilitas dalam mengelola dana pensiun di era digital ini.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *